Sabtu, 06 Agustus 2011

hanya kutitipkan

Melalui angin yang menggoyahkan dedaunan,
Kukirimkan nafas khawatirku padamu.

Melalui embun yang membasahi dedaunan di pagi hari,
kutitipkan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir.

dalam diam kupekikkan teriakkan ku
dalam senyum kusimpan belasku.

Rindu ini membuattku selalu memimpikanmu

Aku tau,Allah y ang Maha Kuasa berkuasa penuh atas dirimu.

Aku hanya bisa menitipkan sejuta doa untukm,
yang pasti akan melesat laju ke Arsy Allah.
Semoga malaikat-malaikat Allah senantiasa mendoakanmu,

Perpus UPI, 12 juni 2010

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar